Tanyakan
pada-Nya ,
Mengapa
dia menciptakan sekeping hati ini ,
Begitu
rapuh dan mudah terluka ?
Saat
dihadapkan dengan duri-duri cinta ,
Begitu
kuat dan kokoh saat berselimut cinta dan asa ?
Mengapa
dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini ?
Mengisi
kekosongan di dalamnya ,
Menyisakan
kegelisahan akan sosok sang kekasih ,
Menimbulkan
segudang tanya ,
Menghimpun
berjuta asa ,
Memberikan
semangat, juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira ?
Mengapa
dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa ?
Menghimpit
bayangan ?
Menyesakkan
dada , Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa ?
Wahai
ilalang… Pernah kah kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini ?
Mengapa
kau hanya diam ?
katakan
padaku Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini ,
Sesuatu
yang dibutuhkan raga ini ,
Sebagai
pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali .
Desiran
angin membuat berisik dirimu,
Seolah
ada sesuatu yang kau ucapkan padaku,
Aku
tak tahu apa maksudmu ?
Hanya
menduga .
Bisikanmu
mengatakan ada seseorang di balik bukit sana ,
Menunggumu
dengan setia Menghargai apa arti cinta .
Hati
yang terjatuh dan terluka ,
Merobek
malam menoreh seribu duka ,
Kukepakkan
sayap-sayap patahku ,
Mengikuti
hembusan angin yang berlalu ,
Menancapkan
rindu .
Disudut
hati yang beku ,
Dia
retak, hancur bagai serpihan cermin berserakan,
Sebelum
hilang di terpa angin ,
Sambil
terduduk lemah ,
Ku
coba kembali mengais sisa hati ,
Bercampur
baur dengan debu ingin kurengkuh ,
Ku
gapai kepingan di sudut hati.
Hanya
bayangan yang ku dapat .
Ia
menghilang saat mentari turun dari peraduannya ,
Tak
sanggup kukepakkan kembali sayap ini ia telah patah ,
Tertusuk
duri-duri yang tajam ,
Hanya
bisa meratap Meringis ,
Mencoba
menggapai sebuah pegangan
( Kahlil Gibran )
puisi yg indah... :)
BalasHapushehehe :D makasih , tapi ini karya nya Kahlil Gibran :)
BalasHapus